mardi 22 septembre 2009

Sharing bagian III : Drilling

Memang bung Lucky ini, ide² untuk menulis tentang Geodet di migas masih banyak. Di bagian III ini beliau akan melanjutkan sharing tentang drilling dan hal² yang menyertainya. Tentu semua ini adalah bagian dari pekerjaan beliau semasa menjabat sebagai maager di PTFI, sehingga tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal ini.
Silakan menikmati.

Bagian III
Penulis : Lucky
* Penulis adalah salah seorang motivator entrepreunership. Cita²nya adalah punya perusahaan sendiri. Semoga cepat terlaksana bung Lucky, doa kami untuk anda.


Nah lanjut untuk tahapan eksplorasi berikutnya adalah tahap pengeboran (Drilling)

Dari data seismic yang ada, biasanya akan dilakukan pengecekan dengan melakukan pengeboran di sejumlah titik (atau dikenal dengan nama proposed well location). Sehingga akan didapatkan data yang lebih akurat dan kepastian mengenai cadangan minyak dan/atau gas yang terkandung. Biasanya pengeboran dilakukan oleh kapal (drilling vessel) dan juga rig (tergantung dari biaya, kedalaman laut, dll). Untuk spesifikasi kedalaman laut maka dikenal dengan nama swamp rig (untuk daerah rawa, kedalaman 5-15m), Jack-up rig (15-100m), semi-submersible rig (>100m).

Untuk tahap persiapan sebelum pengeboran biasanya dibutuhkan survey area di sekitar titik pengeboran dikenal dengan istilah geophysical site survey (atau site survey). Survey area biasanya berbentuk kotak (3x3km, 4x4km, dll) tergantung terhadap jenis rig/drilling vessel yang akan digunakan. Alat-alat yang biasa digunakan antara lain differential GPS (pastinya..), Echosounder single beam ataupun multibeam, Side scan sonar, USBL, Sub bottom profilling (Pinger, Boomer/Sparker), Magnetometer, analog vs digital, dll sesuai kebutuhan. Data akhir biasanya berupa peta bathymetri, seabed feature, profil penampang dibawah seabed, data magnetic area sekitar (terutama untuk eks lokasi perang), dll. Semua alat yang digunakan bergantung terhadap budget (echosounder vs multibeam, analog vs digital), kedalaman laut, dan kebutuhan lainnya. Surveyor tentu saja berperan penting dalam survey ini (dan biasanya menjadi team leader). Selain itu Geodesi juga berperan dalam data processor (terutama jika menggunakan multibeam). Salah satu kamerad yang saya kenal ahli dalam dunia multibeam adalah om Februs. Bagi yang ingin cerita lengkap multibeam yang penuh warna itu bisa menghubungi beliau. Dan tentu saja kawan2 dari geologi/geofisika (namanya juga geophysical site survey...) akan terlibat dalam survey ini untuk data yang memerlukan interpretasi (side scan sonar, sub bottom profilling, dll)

Selain data survey, data yang lain yang biasanya dibutuhkan sebelum pengeboran adalah data geotechnical. Data geotechnical ini didapatkan dari mengambil sampel2
tanah di bawah permukaan laut (seabed) dengan melakukan pengeboran di titik2 yang telah ditentukan di skitar area pengeboran. Surveyor biasanya assist dalam drilling vessel positioning. Perusahaan yang bermain di bidang geoteknik ini setahu saya adalah Fugro, Pageo, Horizon, dll. Jadi tidak semua perusahaan survey bermain dalam bidang geotechnic ini (biasanya terdiri dari kawan2 sipil dan geologist).

Data survey dan geoteknik ini nantinya akan dijadikan referensi, safety issue (terutama untuk jack-up rig), insurance, dan juga gambaran awal mengenai keadaan lingkungan sekitar tempat pengeboran. Setelah data didapatkan, maka rig akan segera bergerak menuju lokasi titik pengeboran dengan assist dari surveyor (dikenal dengan istilah rig move). Cerita lengkap dari rig move bisa kawan2 dapatkan dari om Kojek hehehe...

bersambung lagi ... (EPC --> Engineering, Procurement, dan Construction) --sekalian cerita ROV buat om Lukas


lucky

1 commentaire:

kj ginting a dit…

mat pagi, apakah anda mempunyai relasi yang mengetahui mengenai survay pemetaan minyak bumi. thank's. salam kenal "ginting" mohon bantu saya utk mendapatkan informasi tsb, tlg kabarin sy ke no hp 081383723327